Headlines News :
Tampilkan postingan dengan label mobil murah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mobil murah. Tampilkan semua postingan

Inilah Calon Mobil Mungil Dari Suzuki

Suzuki A Wind
Suzuki A Wind
Suzuki tahun depan rencananya bakal memproduksi mobil mungil yang diberi nama A:Wind. Mobil yang dirancang untuk program eco-car di Thailand ini telah dipamerkan dalam ajang Thailand International Motor Expo 2013 yang berlangsung di Pak Kret, Provinsi Nontaburi.

Saat ini Suzuki lebih memilih Thailand untuk memperkenalkan mobil konsep terbaru ini, karena Thailand memiliki pasar lebih potensial untuk mobil-mobil ramah lingkungan.

Suzuki A:Wind ditopang mesin bensin 996 cc yang dikawinkan dengan transmisi CVT dengan penggerak roda depan. Suzuki A:Wind didesain menggunakan desain menarik di bagian depan, samping dan belakang. Meski mobil kecil ini untuk pasar eco-car, namun secara penampilan mobil ini tidak murahan.

Mobil ini terlihat menyimpan energi menarik dengan warna kuning. Terdapat 2 bar di grille yang menyambungan antara kedua lampu utama. Desain bempernya pun dibuat semenarik mungkin agar terlihat berbeda dari segmen eco-car lain. Suzuki A:Wind berdimensi (PxLxT) (3.600 mm, 1.600 mm, 1.540 mm) dan wheelbase 2.425 mm. Meski kecil, mobil ini dipercantik dengan pelek ukuran 16 inci dan dibalut ban ukuran 185/55.

Ford Fiesta 1.000cc Bakalan Jadi Salah Satu Mobil Murah?

Ford Fiesta EcoBoost 1.000cc
Pabrikan mobil asal Amerika, Ford bakal mengeluarkan Ford Fiesta EcoBoost 1.000 cc. Mobil ini akan siap jual mulai tahun depan. Dilihat dari kapasitasnya, Ford Fiesta Eco Boost 1.000 cc telah memenuhi syarat dari program Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Energi & Harga Terjangkau (KBH2) atau Low Cost and Green Car (LCGC) selain harus lokal konten yakni memiliki kapasitas mesin 1.000 cc. Namun apakah nantinya mobil atau mesin itu bisa diikut sertakan dalam program KBH2?

Managing Director Ford Motor Indonesia (FMI), Bagus Susanto di sela-sela acara media test drive Fiesta Ecoboost di Chiang Mai, Thailand mengatakan "Belum tentu dan belum pasti karena cukup sulit melihatnya".

Menurut Bagus, banyak hal yang harus dilakukan FMI jika ingin terjun kedalam program KBH2. Harus adanya pabrik dan lain sebagainya yang dinilai masih sangat jauh terealisasi. Mesin harus dirakit di Indonesia serta persyaratan lainnya ternyata menjadi salah satu kendala yang tidak mudah untuk dihadapi.
 

Advertiser

Home | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2011. Avanzanation - All Rights Reserved
Support by Creating Website | Jogja Excellent Consulting
Proudly powered by Google Hosted